Negara Teater

Judul Buku : Negara Teater

Pengarang : Clifford

Harga : Rp 35.000,00

Penerbit : Bentang

Ringkasan : 

Negara bukanlah suatu tirani, bukan pula suatu birokrasi hidrolik, dan bahkan bukan pula suatu pemerintahan. Melainkan sebuah pertunjukan yang diorganisir, suatu Negara teater yang dipakai untuk mendramatisir obsesi-obsesi klas yang berkuasa atas budaya Bali; ketimpangan social dan kebanggaan status. Dan Negara teater ini paling jelas tergambar dalm diri citra induk dari kehidupan politis, yaitu dalam diri raja. 

Penulis buku ini menunjukkan bagaimana raja, baik sebagai benda ritual maupun sebagai actor politis, adalah suatu paradoks dari pasivitas aktif, diam yang berwibawa, kasih yang keras. Semakin dekat dia menjadi gambaran kekuasaan, semakin jauh dia dari mesin-mesin yang mengendalikan kekuasaan ini.

Pemberontak

Judul Buku : Pemberontak

Pengarang : ALbert Camus

Harga : Rp 41.000,00

Penerbit : Bentang 

Ringkasan : 

Buku ini adalah segugusan pemikiran dalam tradisi besar logika Perancis. Di sini, tak ditemukan jejak-jejak sentimentalitas, retorika ataupun jargon-jargon yang hanya dipahami segelintir orang. Argumennya dihidupkan oleh gairah yang terjaga ketat dan sebuah gaya sastra yang bertabur dengan frase-frase yang berkelebat cemerlang serta aporisme-aporisme yang memukau. 

Tetapi di atas segalanya, yang menggembirakan dari esai Albert Camus adalah bahwa disini kita dapat mendengar suara manusia yang teguh memegang nilai-nilai kesusilaan. 

( Charles J.Rolo, Atlantic Monthly )

Masyarakat Kitab dan Dialog Antaragama

Judul Buku : Masyarakat Kitab dan Dialog Antaragama

Pengarang : Ruslani

Harga : Rp 33.000,00

Penerbit : Bentang

Ringkasan :

Buku ini berupaya untuk menjelaskan dan menguraikan pandangan Arkoun tentang dialog antaragama yang dimulai dengan menguraikan berbagai metode dan pendekatan yang digunakan Arkoun dalam srtudi agama, khususnya dalam menelaah kembali pemikiran Islam dan penafsiran Al Qur’an. Hal ini sangat penting untuk dikembangkan sebagai sebuah kajian kritis terhadap berbagai pemahaman agama yang selama ini terlanjur dianggap mapan dan untouchable. Buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi upaya merekonstruksi pemahaman umat terhadap ajaran agama dalam rangka menjalin hubungan intern dan antarumat beragama yang harmonis, dialogis, terbuka, toleran dan kritis.

Priayi Abangan

Judul Buku :  Priayi Abangan

Pengarang : Sapardi Djoko Damono

Harga : Rp 34.000,00

Penerbit : Bentang

 

Ringkasan : 

Dalam novel-novel Jawa jelas digambarkan bahwa wayang merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan para priayi; seorang priayi yang ideal adalah yang menguasai kesenian, dan wayang merupakan bagian dari pengetahuan utamanya. Jika ada anggapan bahwa kombinasi priayi dan santri itu aneh berarti kombinasi antara priayi dan santri  juga aneh. Dalam novel Any Asmara itu kita mendapat kesan bahwa santri yang wajar itu tidak suka wayang atau bahkan wayang itu bukan bagian dari kehidupan santri. 

Pengamatan Koentjoroningrat pun mengungkapkan bahwa orang Jawa yang berorientasi pada wayang tidak menaruh perhatian terhadap agama (Islam
). Jika kita berpegang pada pengertian ini, semua novel Jawa 1950-an  yang diteliti tidak menggambarkan dunia santri sebab boleh dikatakan sepenuhnya dikuasai priayi dan wayang. Bahkan kiai yang ada didalamnya pun menyampaikan pengetahuannya mengenai wayang dan tidak mengenai Al Qur’an.